Tampilkan postingan dengan label bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

Indikator: Menjelaskan petunjuk penggunaan suatu alat dengan bahasa yang mudah dipahami dan kalimat yang runtut


Menulis Petunjuk dengan Bahasa yang Efektif

A. Menyusun Petunjuk dengan Sajian Bahasa yang Efektif
Kalimat dalam petunjuk haruslah efektif agar apa yang disampaikan tepat dan  tidak salah pengertian. Kalimat efektif dalam petunjuk dapat menuntun calon pemakai/pembuat/pengguna  suatu barang atau produk untuk bisa mengikuti langkah-langkah dalam petunjuk tersebut. Nah, coba perhatikan langkah-langkah menulis petunjuk berikut ini
Tentukan terlebih dahulu petunjuk apa yang hendak diinformasikan, apakah petunjuk memakai sesuatu,  membuat sesuatu, atau  melakukan sesuatu. Ketiga kegiatan tersebut pasti berbeda pada langkah-langkahnya. Sebelum materi ini, pasti kamu sudah mengetahui contoh macam-macam petunjuk, kan?
Setelah menentukan petunjuk apa yang akan diinformasikan, kamu harus memahami semua hal yang berhubungan dengan apa yang hendak  diinformasikan. Oleh karena itu, orang yang akan menulis petunjuk tersebut  adalah orang yang pernah mengalami, mempraktikkan, atau melihat langsung suatu hal yang akan diinformasikan. Tulislah petunjuk secara  berurutan dan sistematis.

Lengkapilah setiap tahapan dengan keterangan  dan rambu-rambu yang jelas.  Lebih bagus dan menarik lagi apabila ditambah dengan gambar, denah,  bagan, atau grafik jika diperlukan.
Tulislah petunjuk dengan menggunakan bahasa yang singkat dan informatif, tidak menyesatkan, dan langsung menuju kepada hal-hal yang akan dilakukan. Gunakan bahasa yang lugas. Selain itu, hindari kata-kata atau istilah yang sulit dipahami. Sebaiknya gunakan kata kunci yang biasa digunakan antara lain dalam sebuah petunjuk, seperti ambil, langkah pertama, selanjutnya, kemudian, sesudah itu,  dan tahap terakhir.
B. Memperbaiki Kalimat Petunjuk yang Tidak Efektif
Menulis sebuah petunjuk tentu berbeda dengan menulis jenis karangan lain. Pada materi sebelumnya, kamu telah mengetahui  bahwa  sebuah petunjuk ditulis dengan karangan eksposisi. Karangan eksposisi berbeda dengan karangan deskripsi.
Perhatikan contoh petunjuk melakukan sesuatu di bawah ini!
Ada beberapa cara yang harus dilakukan ketika kita memberikan pertolongan pertama pada orang yang terkena gigitan anjing, yaitu:
Sesaat setelah orang itu digigit oleh anjing, terlebih dahulu bersihkanlah luka bekas gigitan tersebut dengan air atau kapas yang telah dibasahi dengan air.


Setelah dibersihkan dengan air atau kapas, luka bekas gigitan tersebut diberi obat antiseptik (obat merah) agar bagian tubuh yang terluka  tidak terinfeksi kuman.

Jika sudah diberi obat antiseptik, luka tersebut  harus diberi  pembalut atau ditutupi dengan kain kassa  agar luka tersebut tidak kemasukan kuman.

Jika pertolongan pertama tersebut telah dilakukan, selanjutnya penderita sebaiknya dibawa ke dokter untuk diberi perawatan dan pengobatan yang lebih  intensif.
Kekurangan  petunjuk di atas adalah  bahasa yang digunakan tidak singkat dan tidak langsung kepada hal-hal yang perlu dilakukan.
Perbaikan petunjuk di atas adalah:
Petunjuk pertolongan pertama pada orang yang terkena gigitan anjing:
Bersihkan luka dengan air atau kapas yang dibasahi.
Berilah antiseptik agar luka tidak terinfeksi.
Balutlah dengan kain kassa agar tidak kemasukan kuman.
Bawalah penderita ke dokter terdekat.

Indikator: Menulis paragraf sederhana atau puisi berdasarkan pengalaman atau pengetahuan


PUISI TENTANG PENGALAMAN PRIBADI DAN CARA MENULISNYA

Apakah kamu senang menulis puisi? Dari mana sumber inspirasi menulis puisi? Puisi merupakan ungkapan hati. Sumber inspirasi dalam menulis puisi dapat berasal dari bermacammacam hal.
Seperti, perasaan kamu, seseorang, keindahan alam, peristiwa yang terjadi, hewan kesayangan, pikiran kamu, khayalan kamu, atau hal-hal yang lain.
“Pengalaman yang kamu alami pun dapat menjadi sumber inspiras”
Setelah mendapatkan sumber inspirasi, lalu bagaimana cara menuliskannya menjadi puisi? Menulis adalah merangkai kata-kata.
Perbanyaklah kosakatamu sehingga kamu dapat merangkai kata-kata dengan baik dan menulis puisi yang indah. Agar puisi yang kamu tulis menjadi menarik, pergunakanlah imajinasi kamu sekreatif mungkin.
Ketika kamu menulis puisi, bentuk puisi tidak harus berwujud bait demi bait yang terdiri dari beberapa baris. Kamu dapat menulis sesuai dengan keinginanmu sendiri.
Kadang-kadang, puisi dibuat dengan wujud atau bentuk tertentu. Seorang penyair dapat menulis puisi ciptaannya seperti prosa atau paragraf.
Ada pula yang menulis puisi berbentuk lingkaran, atau bentuk-bentuk lain. Pada umumnya, melalui bentuk-bentuk puisi tersebut, penyair ingin menyampaikan suatu maksud.
Selain itu, ada juga yang sekadar gaya saja tanpa maksud tertentu, hanya untuk membuat puisi yang ditulis terlihat menarik dan berkarya seni
Bentuk puisi yang bebas menurut keinginan sang penyair tersebut merupakan puisi modern. Dalam puisi lama, penulisan puisi terikat oleh syarat-syarat tertentu.
Syarat-syarat tersebut, antara lain:
1. irama,
2. persamaan bunyi/sajak,
3. pengelompokan baris,
4. pemilihan kata-kata yang tepat,
5. jumlah baris pada setiap bait,
6. banyaknya suku kata pada setiap baris

Contoh Puisi:

Keajaiban
Hidup adalah mahakarya
Diciptakan, dibentuk, ditetapkan segambar dengan-Nya
Hidup adalah kesempatan
Mencintai dan dicintai
Mengampuni dan diampuni
Berkarya dalam pertobatan
Kehidupan adalah lorong waktu
Kehidupan adalah sebuah perjalanan
Yang membawa kita kepada hati-Nya
Dan ...
Kenyataan untuk dapat menyaksikan
Keajaiban ...

 

BLOG PENDIDIKAN Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates